Pemilu Tidak Boleh Memecahbelah Bangsa

9
Anggota MPR/DPD RI Adrianus Garu sedang diskusi bersama dengan peserta sosialisasi

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu meminta semua pihak agar menjaga kedamaian dan ketenangan Pemilu 2019. Pemilu tidak boleh mengkotak-kotakan masyarakat dan memecahbelah persatuan dan kesatuan.

“Pemilu itu pesta rakyat, bukan ajang caci-maki dan fitnah,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus dalam sosialisasi Empat Pilar MPR di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (5/9).

Ia mengecam pihak-pihak yang memakai isu Suku, Ras dan Agama (Sara) dalam mendapatkan dukungan. Politisasi agama dengan menyebarkan fitnah dan kebencian bagi suku dan agama tertentu adalah perilaku pengkhianat atas yang merusak bangsa ini.

“Pendiri bangsa ini sudah mengorbankan jiwa raga untuk bangsa ini, tanpa memandang suku, ras dan agama. Mereka berjuang berdaarah-darah demi hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita yang hidup di era sekarang, dengan mudah mau memcah-belahnya hanya demi nafsu kekusaaan,” ujar politisi Partai Hanura ini.

Menurutnya, pelaksaan pemilu harus menjaga keluhuran empat pilar bangsa yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Kampanye pemilu tidak boleh mencabik-cabik, apalagi mengabaikan nilai-nilai dalam empat pilar tersebut.

“Miris saya melihat ada politisi yang memakai ayat agama untuk meraih dukungan. Ayat agama itu kan suci. Masa mau dipakai untuk kampanye yang semata-mata mengejar kekuasaan? Itu mendegradasi kesucian ayat agama yang ada,” tuturnya.

Dia tegaskan bangsa ini dibangun oleh berbagai komponen bangsa. Ada suku Batak, Jawa, Ambon, Flores, dan lain-lain. Bangsa ini juga tidak dibangun oleh masyarakat Muslim saja, tetapi juga ada Katolik, Protestan, Hindu, Budha hingga Konghucu. Dengan latar belakang tersebut, sudah sepatutnya saling hormat-menghormati, bukan fitah antar anak bangsa dan saling sumpah-serapah.

“Caci-maki atas dasar agama harus dihentikan. Mengkafirkan yang lain itu menyakitkan. Saya harap semua sumpah-serapah seperti itu harus dihentikan. Bisa pecah negara ini kalau terus dilanjutkan,” tutup Andre.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here