SEKTOR AGRIBISNIS DAN UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA

27

Strategi pelaksanaan pembangunan pemerintah dirasa terlalu mengedepankan pembangunan industri yang kapitalistik ( manufacturing) demi mengejar target pertumbuhan tanpa memperhatikan kualitas kehidupan yang biasa-biasa saja. Pemerintah harus lebih fokus memperhatikan indeks pembangunan manusia sebagai indikator ekonomi kerakyatan seperti status gizi, kesehatan, harapan hidup, pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan hidup demi pemerataan kesejakteraan bagi seluruh masyarakat indonesia.Paradigma pembangunan yang mengesampingkan pemerataan menghasilkan pertumbuhan yang  tinggi namun tidak menyentuh sektor-sektor ekonomi yang digeluti sebagian besar masyarakat indonesia khususnya dibidang usaha kecil dan menengah (UMKM) yakni sektor pertanian, peternakan, usaha kerajinan, makanan dan sebagainya.

Kilas balik krisis 1998 akibat hancurnya konglomerasi perbankan menyadarkan kita akan pentingnya eksistensi UMKM sebagai fondasi ekonomi melawan krisis kala itu. Strategi pemberdayaan menjadi opsi tunggal yang mesti dibuat pemerintah demi percepatan pertumbuhan ekonomi desa. Implikasi lain dari upaya pemberdayaan diharapkan dapat membantu menurunkan angka pengangguran pedesaan yang kebanyakan bekerja hanya pada musim tertentu khususnya sektor pertanian. Bidang ini merupakan salah satu bidang utama yang mendominasi usaha ekonomi rakyat (UKM).

Dalam praktiknya, pembangunan sektor pertanian tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan sektor  lain khususnya industri. Dalam hal ini kegiatan ekonomi desa perlu diasosiasikan dengan pengembangan agro industri atau agro bisnis. Untuk itu maka penting disususun suatu strategi yang tepat dan berencana pada usaha untuk mengindustrialisasikan pedesaan yang selanjutnya  akan menghasilkan  kegiatan ekonomi yang berbudaya industri dan berorientasi pasar. Dalam hal ini berarti bahwa industri yang dibangun haruslah industri yang  berkaitan erat dengan denyut nadi ekonomi rakyat sehingga bisa memberikan nilai tambah yang tinggi dan kompetitif baik dipasar nasional maupun luar negri.

Dalam kenyataanya pengembangan agrobisnis dihadapkan dengan banyak persoalan yang harus dicari jalan keluarnya. Diantaranya pertama, kendala dalam pengembangan pertanian seperti lemahnya struktur pemodalan dan akses petani kepada sumber modal, ketersediaan lahan dan tingkat kesuburan tanah, pengadaan dan penyaluran sarana produksi, keterbatasan kemampuan petani dalam pemanfaatan teknologi, kurangnya  jumlah dan kapasitas SDM masyarakat desa. Kedua, belum nampaknya secara real usaha pemerintah mengembangkan industri pertanian secara sungguh-sunguh. Terbatasnya sarana pemasaran seperti jalan, listrik dan fasilitas pasca panen, kurangnya tenaga ahli yang mampu mengelolah kegiatan agroindustri menjadi PR penting  bagi pemerintah. Terakhir, ketidak jelasan kesinambungan produksi  yang menghambat kegiatan pemasaran, market share yang terbatas, rantai distribusi yang panjang  dan harga komoditas  yang berfluktuasi.

Menyadari kenyataan buruk tersebut dukungan agar terciptanya manajemen yang baik dan pengelolaan yang profesional menjadi kunci utama perkembangan bisnis. Sektor agri bisnis harus didukung oleh sistem yang memadai untuk mengatur jalannya kegiatan usaha dan juga sebagai alat kontrol agar terhindar dari penyelewengan yang merugikan kegiatan usaha. Sistem yang baik harus melibatkan dua kepentingan berbeda sebagai ceck and balance dalam struktur organisasi usaha. Penerapan sistem Public Private Partnership (PPP) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah diatas. Swasta dengan budaya kerja dan pengelolaan yang profesional  menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya  tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat sedangkan pemerintah berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga kolaborasi dari dua kepentingan diatas, masing-masing akan saling diuntungkan.

Kontrak kerja sama pemerintah dan swasta diatur oleh porsi penyertaan modal. Modal yang disetor harus memiliki porsi yang seimbang yaitu sebesar 50% dari pemerintah dan 50% dari swasta. Pembagian sama rata  porsi penyertaan modal dimaksudkan agar nantinay dalam pengambilan keputusan harus berdasarkan kesepakatan bersama  sehingga kepentingan bersama bisa terakomodir. Pemanfaatan teknologi pertanian sebagai upaya transformasi sistem pertanian ke arah yang lebih moderen akan sangat membantu dalam peningkatan produktifitas petani. Disinilah peran penting pelaku usaha sektor agribisnis dalam menyediakan sarana prasarana pertanian serta memarkan komoditas hasil pertanian demi percepatan perekonomian desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here