CHOIRUL ANAM: Kasus Cak Munir Gampang Diungkap!

77

Kastra.co – pada hari Jumat, 7 September 2018 lalu, kasus pembunuhan Cak Munir genap 14 tahun dan pengungkapan kasusnya masih belum mencapai titik terang. Meski beberapa pelaku pembunuhannya sudah dipidana, namun dalang di balik misteri pembunuhan Cak Munir, aktivis pembela HAM itu, masih menghirup udara bebas berkeliaran dimana-mana.

Di samping itu, komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menilai, pengungkapan misteri kasus Cak Munir yang sampai sekarang ini belum tuntas, sebenarnya tidak sulit. Karena 80 persen fakta-fakta kasus pembunuhannya sudah terungkap di pengadilan.

Hal itu dibuktikan dengan dipidananya pelaku-pelaku lapangan yang terlibat kasus Munir, seperti Pollycarpus Budihari Prijanto (divonis 14 tahun penjara), Indra Setiawan (mantan Dirut Garuda) dan Rochainil Aini (Secretary Chief of Pilots Garuda Airways) yang masing-masing telah divonis satu tahun penjara. Meski sekarang ketiganya telah dinyatakan bebas. Terutama Pollycarpus yang bebas pada 29 Agustus 2018 baru-baru ini, setelah mendapatkan remisi berlimpah, yakni 4 tahun 6 bulan dan 20 hari.

“Apakah mengungkap kasus Munir itu susah? Enggak. Karena hampir 80 persen fakta-fakta peristiwa pembunuhannya sudah pernah diungkap dipengadilan. Jadi kalau dikatakan susah mengukur aktor intelektualnya, menurut saya enggak,” tandas Anam di Kantor KOMNAS HAM Menteng, Jakpus, Jumat (7/9).

Langkah-langkah penting dalam mengungkapkan kasus Cak Munir, menurut Anam yakni membuka kembali dokumen kasus ini yang berada di Polri dan Kejagung. Supaya memberi kekuatan terhadap bukti-bukti yang dimiliki Tim Pencari Fakta (TPF), demi mengungkapkan dalang utamanya.

“Fakta-fakta tersebut yang sebetulnya menjadi modalitas untuk menelusuri dalang di balik pembunuhan Munir, di TPF juga ada, tapi ini fondasi di awal,” ujar Anam.

Sebelumnya Choirul Anam mengapresiasi instruksi KAPOLRI Jenderal Pol Tito Karnavian kepada Kabareskrim untuk mengungkap pembunuhan munir. Sejalan dengan itu, Anam mewanti-wanti pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera mem-follow up semua dokumen yang ada.

“Bagi saya, Kepolisian tidak mengalami kesusahan karena semua barang itu ada di Kepolisian dan Kejaksaan. Tinggal buka brankas, pelajari kembali, kasus ini gerak. Harus diefektifkan. Kalau tidak, nggak akan jadi apa-apa kasus ini,” imbuhnya.

Munir adalah sosok aktivis yang gigih memperjuangkan keadilan HAM. Terbukti dengan keberaniannya mengungkapkan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk kasus penghilangan paksa para aktivis prodemokrasi pada era 97/98. Meski pengungkapan misteri pembunuhannya masih gelap akibat beberapa hal. Tetapi semangat perjuangannya yang gigih menegakan HAM, terus menjiwai semangat pegiat-pegiat HAM masa kini dan para aktivis generasi muda.

Menolak lupa, perjuangan ini belum tuntas. Keadilan munir adalah keadilan bagi kita semua! (harly/CBN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here