Siapkan Kader Berkarakter, SMP Santo Markus Adakan Kegiatan Bela Negara

542

Kastra.co – SMP Santo Markus-Jakarta Timur mengadakan kegiatan Bela Negara pada 27 Agustus sampai 30 Agustus 2018 di tempat Diklat Bela Negara Kementrian Pertahanan RI yang berada di Rumping, Kabupaten Bogor – Jawa Barat.

Pelaksanaan kegiatan Diklat Bela Negara tingkat SMP ini merupakan pertama kali dilakukan di tempat Diklat Bela Negara Kementrian Pertahanan RI. Kegiatan ini merupakan program yang dirancang oleh seksi pengembangan Yayasan Sekolah Santo Markus yang berada di Cililitan – Jakarta Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan semangat para siswa/i SMP Santo Markus dalam mencintai tanah air Indonesia dan menjiwa semangat SINGA (Sigap, Iman yang hidup, Nurani yang jernih, Gembira, Aktif) yang merupakan lambang dan spirit sekolah Santo Markus-Jakarta Timur.

Kegiatan Bela Negara tingkat satuan pendidikan SMP Santo Markus ini diikuti oleh 251 siswa/i yang terdiri dari kelas 7 dan 8.

Kegiatan Bela Negara ini mengangkat tema “Melalui Diklat Kader Muda Bela Negara Bagi Siswa SMP Katholik Santo Markus Kita Wujudkan Kader Bangsa Yang Berkarakter, Memiliki Jiwa Nasionalisme Dan Patriotisme Yang Tinggi”

Mengawali kegiatan ini, anak-anak disambut oleh Ltk Inf Faisal A selaku kepala pelatihan kader Bela Negara tingkat satuan pendidikan SMP Santo Markus tahun 2018. Setelah acara penyambutan ini selesai, para siswa/i diarahkan ke aula Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting karena membantu para pelatih untuk mengetahui kondisi fisik dan mental dari para siswa/i SMP Santo Markus. Kegiatan Bela Negara membutuhkan fisik yang kuat karena kegiatan-kegiatannya selalu berhubungan dengan pertahanan diri yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kegiatan yang berlangsung 4 malam dan 3 hari ini berjalan dengan baik karena semua peserta mampu menjalankan semua materi dengan baik. Secara keseluruhan kegiatan dan tema yang dilakukan sungguh membantu para siswa/i untuk menjadi pribadi yang mandiri dan kuat serta mampu menjaga NKRI dengan penuh ketulusan hati. Secara umum nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah cinta tanah air, kesadaran bangsa dan negara, yakin akan Pancasila sebagai dasar negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara melalui pertahanan diri menghadapi bahaya narkoba, terorisme dan radikalisme.

Dalam kesempatan akhir dari kegiatan ini, Suster Vincenti, PI selaku ketua pengembang Yayasan Sekolah Santo Markus mengakui sangat puas dengan kegiatan ini karena para siswa/i sungguh di didik dan di ajarkan untuk hidup mandiri, menjadi pribadi yang berkualitas dan di jiwai oleh semangat nasionalisme, mampu menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan mau melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat sesuai kemampuannya.

Lebih lanjut Suster Vincenti PI berharap agar kegiatan ini terus menerus dijalankan agar anak-anak sungguh terbentuk secara karakter dan para siswa/i SMP Santo Markus sebagai pioner kegiatan ini untuk tingkat satuan pendidikan SMP mampu menunjukkan hasil yang baik sehingga semakin banyak orang terdorong untuk melakukan kegiatan yang sama.

Dengan nada yang sama, Rafel Hutagalung sebagai salah satu siswa kelas 7 yang ikut dalam kegiatan Bela Negara ini merasa senang dan gembira. “Saya dan teman-teman sangat enjoy dan happy dalam kegiatan Bela Negara ini karena kami di tuntut untuk hidup mandiri, jauh dari orangtua, dan ditempah oleh para pelatih yang berasal dari kalangan TNI untuk mencintai NKRI ini. Satu lagi yang cukup menarik bagi saya adalah kami seperti seorang yang sedang di didik untuk menjadi TNI. Ini adalah pengalaman pertama dan tak terlupakan dalam hidup saya.” Ujar Rafael.

Kolonel inf Ade Kurnianto selaku kabid opsdiklat pusdiklat bela negara (pelaksana harian kapusdiklat) dalam acara penutupan berharap agar para siswa/i SMP Santo Markus – Jakarta Timur mampu mengamalkan semua nilai yang mereka terima selama kegiatan bela negara ini dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pioner kegiatan bela negara tingkat SMP, para siswa/i SMP Santo Markus akan menjadi model dalam pembinaan dan pendidikan bela negara tingkat SMP selanjutnya.

Sebagai penutup kegiatan ini, Kolonel inf Ade Kunianto menyematkan pin bela negara kepada setiap siswa/i SMP Santo Markus yang terlibat dalam kegiatan bela negara ini. (Oris/CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here