Tantangan Tim Ekspedisi Papua Terang

20

Kastra.co – Tim Ekpedisi Papua Terang telah melakukan survei pada 419 desa di Papua. Tim bergerak ke pelosok-pelosok dalam rangka pengambilan data. Data ini nantinya akan dijadikan acuan, untuk membangun kelistrikan di wilayah tersebut.

Kondisi medan Papua yang beragam, membuat tim ekspedisi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melakukan survei di desa-desa. Selain gangguan alam, tim tersebut juga kerap mendapat gangguan sosial.

Dilansir liputan 6, salah seorang relawan Posko Nabire, Mahendra, mengaku sempat mendapat ancaman dari sekelompok orang tak dikenal. Saat menjalankan tugas melakukan survei di pelosok Papua.

“Hal tersebut tidak jadi hambatan bagi kami untuk terus menerangi Papua,” Kata Mahendra, di Jayapura, Papua.

Rizki A Santoso relawan yang juga mahasiswa Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mengungkapkan, dirinya bersama tim yang terdiri dari empat sampai lima orang kerap menghadapi medan yang sulit, untuk menemui warga dan melakukan survei untuk menentukan energi yang tepat di wilayah Wamena, yang memiliki kontur pegunungan.

Rizki melanjutkan, selain kondisi alam yang menjadi tantangan, keamanan juga menjadi hambatan. Dirinya dan rombongan sempat menjadi sasaran serangan orang tidak dikenal dimintai uang, beruntung kelompok tersebut mendapat pengawalan TNI.

Dia melanjutkan, selain timnya, tim yang melakukan survei di Distrik Lani Jaya, juga sempat mendapat todongan senjata dan barang-barang kena rampas.

“Kita kalau masalah jauh mulai terbiasa, mungkin agak was-was di Wamena anarkis, di tim Wamena ada yang dipalak, tim saya didatangi pemuda minta uang. Tapi karena ada TNI bisa ditangani,” ujarnya.

Riziki menjelaskan, dirinya bersama tim telah berhasil melakukan survei pada sekitar 90 desa, survei dilakukan untuk mengetahui potensi energi yang cocok untuk melistriki desa yang belum berlistrik, kemudian data tersebut akan akan dilaporkan ke PLN untuk ditundaklanjuti.

“Kita buat gambar potensi pembangkit, kita buat pemetaan jarak dari jaringan juga. Kita gunakan aplikasi,” ujarnya.

Tim Ekspedisi Papua Terang yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi yang telah sukarela bergabung untuk melakukan survei ke pelosok-pelosok desa dalam rangka penyediaan data survei. Hasil survei tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi perbaikan kelistrikan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Puluhan mahasiswa yang ikut dalam Ekspedisi Papua Terang ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Cenderawasih.

Dalam pelaksanaannya, Program Ekspedisi Papua Terang dibagi dalam dua gelombang dan disebar ke lima posko dilakukan yaitu posko Nabire sebanyak relawan 64 orang, posko Merauke dengan relawan sebanyak 45 orang, posko Jayapura sebanyak 48 orang, posko Timika 31 orang dan posko Wamena 41 orang. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here