Berziarah ke Gua Maria Kerep Ambarawa, Sebuah Pengalaman Devosional

41

Kastra.co – Selasa, 15 Agustus 2018 saya mengunjungi Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama saya. Di tengah kesibukan aktivitas, saya menyempatkan diri untuk menyepi dan berziarah ke tempat ini. Sekilas saya menceritakan tentang tempat ini. Gua Maria Kerep Ambarawa dibangun pada tahun 1954. Tempat ziarah ini dibangun di atas tanah yang disumbang oleh seorang warga Belanda yang mengelolah perkebunan. Sebelum dibangun menjadi tempat ziarah, tanah ini diberikan kepada para Suster Kongregasi Para Rasul. Hingga pada 15 Agustus 1954 tempat ziarah ini diberkati dan dijadikan tempat untuk berdevosi bagi banyak umat Kristiani.

A. Rivaldi saat berada di Gua Maria Kerep Ambarawa.

Letak tempat ziarah ini sangat strategis dan cocok dijadikan tempat untuk berdoa. GMKA terletak di jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Panjang, Ambarawa. Dari terminal Ambarawa jaraknya sekitar 500 meter. Karena jaraknya agak jauh dari jalan raya, maka tempat ini sangat sunyi dan sejuk. Demikian pula sejarah geografis tempat ini bagus, sebab diapiti oleh dua gunung indah, Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu serta pemandangan danau Rawa Pening yang elok. GMKA menyediakan aneka fasilitas untuk kegiatan kerohanian dan ziarah, antara lain jalan salib, tempat doa lesehan Gereja dan taman doa.

GMKA sangat cocok untuk dijadikan tempat ziarah atau berdevosi kepada Yesus melalui Bunda Maria. Di pintu Gerbang tempat ziarah ini langsung dihadapkan dengan tulisan Per Mariam Ad Jesum sebagai ajakan untuk menyadari peran unik Bunda Maria dalam karya keselamatan: melahirkan Immanuel, Allah menyertai kita. Dari cara hidup Maria ada begitu banyak kebajikan yang patut diteladani hingga saat ini. Bunda Maria adalah sosok wanita yang hebat, setia dan unggul dalam penyerahan diri kepada Allah semata.

Bagi saya perjalanan hari ini adalah perjalanan berdevosi. Ada dua pengalaman menarik yang saya jumpai hari ini. Pertama, saya dikejutkan oleh sebuah tulisan di gerbang masuk tempat ini. Tulisan Per Mariam ad Jesum.

Tulisan ini membawa saya pada pengalaman masa lalu saya berbakti dan menyerahkan diri kepada Yesus melalui Bunda Maria dalam Serikat Maria Montfortan. Kekayaan spiritualitas ini saya peroleh dari pengalaman hidup Santo Montfort. Kedua, perziarahan hari ini membuat batin saya tenang dan menimbah semangat baru dalam doa. Sebab selama ini saya hidup dalam kebisingan bahkan tidak menyempatkan diri untuk berdevosi Saya percaya bahwa berziarah ke tempat ini bisa membuat saya sejenak bersungkur di hadapan Bunda Maria, berdoa bersamanya untuk perjalanan hidup saya selanjutnya. (CBN)

Laporan A. Rivaldi, Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here