OMK di Kevikepan Ruteng Adakan Camping Rohani

Ruteng, Kastra.co – Orang Muda Katolik (OMK) dalam wilayah Kevikepan Ruteng, mengadakan camping rohani selama 3 hari di Aula Paroki St. Cewonikit, Ruteng. Camping Rohani yang diikuti sekitar 540 orang itu berlangsung pada 3-5 Agustus 2018.

Camping Rohani ini mengangkat tema “Temu Kaum Muda Lintas Agama”.  Tema ini dijabarkan  dalam kegiatan-kegiatan selama camping.

Selain itu, tema ini mendukung anak muda Kristiani yang ingin tumbuh dan berkembang bersama sebagai remaja dan muda-mudi yang aktif dan tetap mendasarkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sosial bersama masayarakat dan sesamanya.

Berhimpun, bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan sesama OMK merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab OMK sebagai generasi muda yang nantinya bertindak sebagai generasi penerus bagi pertumbuhan masing-masing lingkungan, wilayah, maupun paroki bahkan dalam hidup bernegara.

Dalam Kotbah misa penutupan, Uskup San menyitir S.J. Melo dalam bukunya Burung Berkicau.

“Nararudin kehilangan kunci rumahnya, lalu dia bertanya kepada orang di jalanan, apakah ada yang liat kunci rumahnya. Seorang sahabatnya memperlihatkan kunci rumah Nasarudin dan menyatakan bahwa dia dapat kunci itu di dalam rumahnya. Dengan demikian janganlah mencari yang  sesuatu yang hilang di luar sana, carilah dalam lingkungan sendiri dan Camping rohani ini adalah upaya mencari sesuatu yang hilang yaitu hidup bersama dalam keberagaman,” katanya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Kamelus Deno dalam sambutannya yang dibacakan Staf ahli Bupati Y.Th. Nono menyampaikan bahwa dalam banyak situasi kaum muda adalah sebuah kelompok yang selalu membawa perubahan.

“Kelompok ini adalah pembaharu. Mengutip Presiden Sukarno ( Presiden Pertama R.I.) bagaimana memandang kaum muda. Penggalan Pidatonya yang terkenal itu …..beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia,” kata Deno.

“Sukarno meyakini bahwa jika para pemuda berkumpul, energi positif mereka bertemu, dengan demikian perubahan perubahan yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa dan negara pasti tercapai” lanjutnya.

Bupati Manggarai itu berharap “ketika sebagian orang, melihat perbedaan itu sebagai pemicu pertengkaran dan permususuhan, justru pertemuan ini menghadirkan wajah lain. Perbedaan baik agama, domisili, pendidikan dan pekerjaan, menjadi dasar pertemuan ini, saya berharap bahwa hal ini akan membawa dampak yang baik bagi lingungan yang lebih luas. Parade kebhinekaan yang dilakukan oleh OMK, Pemuda GMIT dan Remaja Mesjid pada Sabtu, 4/8/2018  adalah pertunjukan istimewa, tidak saja bagi masyarakat Manggarai tetapi terutama bagi bangsa dan Negara ini”.

Kegiatan selama tiga hari ini dimulai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikep Ruteng Rm. Gradus Janur, Pr, di Gereja Paroki Cewonikit, Jumat (03/08/2018) sore . Setelah Ekaristi, Vikep Ruteng membuka Camping OMK ini secara resmi.

(WG/CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here