Pengamat: Mahfud MD dan Moeldoko Layak Jadi Cawapres Pendamping Jokowi

359
Fransiskus X. Gian Tue Mali, M.Si, Pengamat Politik dan Dosen ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (doc)

Jakarta, Kastra.co – Pendaftaran Capres dan Cawapres Pilpres 2019 telah dibuka oleh KPU pada tanggal 4 Agustus 2018. Namun, hingga saat ini 2 Capres yang telah disepakati oleh partai koalisi yaitu Joko widodo dan Prabowo Subianto, belum mengumumkan nama Cawapresntya.

Pengamat Politik Universitas Kristen Indonesia, Fransiskus Gian yang ditemui, Sabtu (4/8) berkomentar tentang kriteria Cawapres Sang Petahana, Joko Widodo. Karena menurutnya, cawapres Jokowi akan menentukan arah koalisi oposisi, maupun penentu kemenangan Jokowi sendiri.

Mahfud MD, TGB Zainul Majdi, Airlangga Hartarto, Moeldoko hingga Muhaimin Iskandar, adalah nama-nama santer terdengar yang dianggap bisa menjadi calon Cawapres Pendamping Jokowi.

Melihat nama-nama kandidat di atas, menurutnya secara garis besar terdapat 3 kriteria latar belakang Cawapres pendamping Jokowi yaitu Militer, Tokoh Agama dan juga Teknokrat (ekonom).

“Mahfud MD, TGB Zainul Majdi, dan Muhaimin Iskandar, adalah calon dengan latar belakang agama dalam hal ini agama Islam dan calon lain yaitu Moeldoko yang berlatar belakang TNI serta Airlangga Hartarto yang berlatar teknokrat/ekonom, yang juga adalah politisi seperti Muhaimin,” ujar Fransiskus Gian.

Menurut Fransiskus Gian, dari kelompok yang berlatar belakang Agama Islam ini, nama Muhaimin Iskandar punya peluang besar, karena memiliki dukungan partai yang diketuainya, PKB. Sementara Mahfud MD, meski tidak memiliki partai politik, namun lebih berpengalaman baik di ranah eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Beliau juga adalah seorang penceramah yang memiliki keterikatan yang kuat dengan NU. Sehingga layak dipilih, agar terhindar dari resisten di antara 9 partai koalisi Jokowi.

“Muhaimin Iskandar adalah Ketua Umum Partai PKB dan bisa berpeluang besar karena punya partai tetapi kalau dilihat pengalaman, integritas dan elektabilitas yang pantas adalah Mahfud MD sayangnya beliau belum punya partai dan uang,” ungkapnya.

Terkait nama calon lain, yaitu TGB Zainul Majdi, Airlangga Hartarto, Moeldoko, ia mengatakan bahwa nama Moeldoko juga punya peluang besar dibandingkan dua kandidat lain.

“TGB dan Airlangga adalah dua kandidat berlatarkan agama, politisi dan ekonom yang sudah komplit dimiliki Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD, di sini mereka kalah popularitas, sedangkan Moeldoko adalah kandidat yang beda latar belakang yaitu TNI yang jelas punya peluang lebih besar diantara purnawirawan TNI lainnya,” tambahnya.

Hal ini dikarenakan Moeldoko menurutnya, memiliki prestasi yang cukup baik dan selama menjadi panglima TNI beliau terhindar dari resisten politik praktis, jika dibandingkan penerusnya, Gatot Nurmantyo. Di lain sisi, Moeldoko yang kemudian menjadi Ketua HKTI, dikenal cukup dekat dengan petani, sehingga tidak heran beliau kemudian dijuluki sebagai “Panglima Tani”.

Sehingga menurut lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional ini, nama Mahfud MD dan Moeldoko punya peluang besar untuk menjadi Cawapres Jokowi.

“Karena jika kita melihat Prioritas pembangunan ke depan ini harus memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesudah pembangunan fisik di era kepemimpinan sekarang. Untuk menjawab tantangan ini orang yang pantas adalah Mahfud MD dan Moeldoko,” ujarnya.

Dia pun menambahkan alasan kenapa nama Mahfud MD dan Moeldoko sangat pas karena melihat integritas dan elektabilitas.

“Mahfud MD berlatar belakang yang sama dengan Muhaimin Iskandar yaitu Islam Moderat (NU) yang punya pengalaman dan integritas serta popularitas yang pantas melawan kelompok konservatif atau populis kanan yang berkembang sejak Pilkada 2017 sedangkan Moeldoko dengan latar belakang TNI secara garis besar dibutuhkan terkait pengembangan sumber daya manusia terutama masalah nasionalisme dan penguatan ideologi Pancasila,” ujarnya. (CBN)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here