Dokter Don untuk Nagekeo

Oleh: Primus Dorimulu

Mana duluan, ayam atau telur. Kita pastikan: ayam. Mana duluan berubah, pemimpin atau rakyat. Kita pastikan: pemimpin. Pemimpin baik, rakyat perlahan akan ikut menjadi baik. Pemimpin jujur akan menjadi teladan bagi rakyatnya untuk jujur. Pemimpin cerdas, rakyat akan ikut cerdas.

Cita-cita menjadi pemimpin daerah sudah terpatri di sanubarinya sejak ia menjadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Cita-cita itu diperkuat oleh pengalamannya sebagai dokter di perdesaan. Yohanes Don Bosco Do memulai karir dokternya di Puskesmas Danga, Ngada (kini Nagekeo) 1986. Danga adalah tempat masa kecilnya. Enam tahun ia belajar di SDK Dawe, Danga.

Sebagai dokter, ia berurusan dengan masalah masyarakat di hilir. Padahal, penyebab masalah itu ada di hulu. Berbagai penyakit yang didera masyarakat seperti TBC, tifus, kolera, asma, busung lapar, dsb disebabkan oleh masalah di hulu. Masalah di hulu terjadi karena kebijakan dan alokasi anggaran daerah yang salah. Selama kebijakan pemda tidak pro-rakyat, rakyat takkan sejahtera, nyaman, dan bermartabat. Selama bujet daerah dikorupsi dan tidak dibelanjakan tepat arah, rakyat tetap jauh dari sejahtera, hidup nyaman, dan bermartabat.

Belajar dari ayahnya yang hidup sebagai politisi Partai Katolik, Ngada, selama 25 tahun, Dokter Don memiliki prinsip hidup yang tegas. Dia baru mau bertarung menjadi pemimpin publik setelah fondasi ekonominya kokoh. Tanpa ekonomi yg kokoh, seorang kepala daerah akan tergantung pada pengusaha dan kontraktor lokal yang membiayai proses pilkada yang mahal.

Kini, Dokter Don sudah selesai bertarung untuk keluarganya. Anak-anaknya sudah hidup mandiri. Sejak awal berumah tangga, istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter, dan mulai awal tahun 2000-an menjadi spesialis mata, sudah menjadi penopang ekonomi rumah tangga.

Dokter Don juga sudah bertarung untuk membangun bisnisnya, yakni sebuah klinik di Ende dengan salah satu keunggulan adalah pemeriksaan, operasi, dan penyembuhan mata. Klinik terbaik di Flores ini dipimpin oleh putranya, yang juga dokter spesialis mata. Klinik ini sudah menyerap belasan tenaga kerja.

Dengan menjadi pemimpin daerah, Dokter Don mendapat kesempatan untuk berkontribusi lebih besar terhadap Nagekeo, kabupaten tempat kelahirannya. Bupati memegang kebijakan dan anggaran yang besar. Dengan integritas, visi, kapabilitas, leadership atau kemampuan memimpin, dan pengalamannya, ia mampu mengambil kebijakan yang tepat dan menggunakan anggaran dengan efektif untuk menaikkan daya beli rakyat, membuat masyarakat sejahtera, nyaman, dan bermartabat.

Pemda, termasuk Nagekeo, memiliki anggaran yang besar dan terus meningkat setiap tahun. Meski pendapatan asli daerah (PAD) baru 4%, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nagekeo akan terus meningkat karena pusat menaikkan dana transfer ke daerah. Dana pusat yang ditransfer ke daerah akan meningkat lebih besar jika bupatinya mampu mengelola dana dengan benar. Tidak ada dana yang terpaksa dikembalikan ke pusat karena ketidakmampuan daerah menyerap anggaran pusat.

Dokter Don sudah bertarung untuk keluarganya dan untuk bisnisnya. Kini dia memohon restu rakyat Nagekeo untuk dipercaya bertarung membangun Nagekeo. Dengan integritas, visi, kapabilitas, leadership, dan pengalaman yang dimiliki, Dokter Don mampu membangun Nagekeo menjadi kabupaten yang sejahtera, nyaman, dan bermartabat. (CBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here