Bunuh Diri Revolusioner, 909 Mayat Menggemparkan Dunia

97

Kastra.co – Sembilan ratus sembilan mayat bergelimpangan di sebuah perkampungan kecil di tengah hutan di daerah Jonestown, Guyana pada 18 November 1978.

Mereka melakukan aksi bunuh diri massal dengan menggunakan racun sianida yang mereka sebut sebagai bunuh diri revolusioner.

Ini merupakan tragedi paling mengerikan sepanjang sejarah Amerika dan kasus bunuh diri massal terbesar sepanjang sejarah modern.

Adapun bunuh diri tersebut, melibatkan sebuah aliran kepercayaan bernama Sekte Kuil Rakyat yang dipimpin oleh Jim Jones.

Total yang meninggal sebenarnya mencapai 918 orang, sebanyak 909 meninggal di Jonestown, kemudian lima orang dibunuh di Port Kaituma, termasuk anggota kongres Amerika Serikat Leo Ryan.

Serta empat anggota sekte lainnya melakukan aksi bunuh dri di George Town atas perintah pimpinan sekte Jim Jones.

Dikutip TRIBUNJOGJA.com dari sejumlah sumber, beberapa pihak menyebut ini merupakan aksi bunuh diri massal, namun adapula yang menyebutkan bahwa ini merupakan pembunuhan massal, lantaran tak sedikit di antara para korban yang diminta meminum racun di bawah paksaan.

Apalagi sepertiga dari korbannya, sekitar 304 orang merupakan anak-anak di bawah umur.

Adapun sekte ini dibentuk di Indianapolis, Indiana, pada tahun 1955. Jim Jones, sang pimpinan sekte tak perlu waktu lama  untuk memeroleh simpati dari pengikutnya, lantaran ia kerap kali menyuarakan perlawanan terhadap kapitalisme, kesetaraan ras dan keberpihakan terhadap masyarakat miskin.

Yang juga menjadi daya tarik yakni Jim kerap kali mengangkat tema perang terhadap rasisme yang sedang gencar-gencarnya terjadi di Amerika pada tahun 1960an.

Pendek kata, Jim Jones memeroleh tempat spesial di mata warga, sehingga mampu mengumpulkan ratusan pengikut loyal.

Setelah itu, Jim Jones mengajak para pengikutnya untuk pindah ke sebuah lahan pertanian di Jonestown. (CBN)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here